Pembentukan 'Si Kowil' untuk Pencegahan Kebakaran Hutan di Sumatera Selatan

Sulit dipadamkan, kebakaran lahan gambut telah menjadi permasalahan di Indonesia, khususnya kawasan Sumatera Selatan. Asap kebakaran yang dihasilkan tidak hanya dirasakan di Indonesia, tetapi hingga ke negeri seberang seperti Malaysia dan Singapura. Seakan tidak ada jalan keluar untuk menyelesaikannya, BIOS44 muncul secara tiba-tiba.

Sumatera Selatan diketahui sebagai salah satu kawasan dengan lahan gambut terluas di Indonesia. Dengan luas kurang lebih 1,6 juta hektar, memungkinkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tak terhentikan jika tidak ada pihak yang mengambil tindakan pencegahan.

 

Setelah berhasil menemukan formula BIOS44, Korem 044 Garuda Dempo (Gapo) meluncurkan Sistem Informasi Komando Kewilayahan (Si Kowil) yang berfungsi memantau munculnya titik api di hutan maupun lahan gambut di daerah Sumatera Selatan.

 

Dengan adanya Si Kowil, TNI dapat langsung memerintahkan pasukan untuk mendatangi lokasi titik api, sehingga dampak kebakaran dapat diminimalisir.

 

Melalui program ini, formula BIOS44 tidak hanya diaplikasikan pada lahan gambut untuk mencegah karhutla lebih lanjut, tetapi juga dalam rangka mempersiapkan gelaran Asian Games 2018 agar bebas dari asap kebakaran.